Greyson Love Story by: @sindychance
Aku merasa bersalah dengan Greyson, mulai dari aku membohongi dia tentang penyakit ku ini dan tidak bisa menemani dia seleksi. Apalagi 2 hari lagi seleksi tiba.
"Sindy, tentang seleksi jangan khawatir.." Kata Greyson menenangkan diriku,,
"Iya sindy, kan masih ada Greyson.." Susul Claudia.
"Dan, walaupun kamu gak ikut seleksi.. Greyson ttp bawa nama kamu kok.." Kata Cody sambil menghampiriku dan menepuk pundak Greyson..
Aku menatap Greyson, dan Greyson juga menatap aku seolah olah meyakinkanku..
Aku hanya menganggukan kepalaku pelan.. "Tapi kamu gak apa apa kan?? Kalau aku gak ikut seleksi ?? Aku bisa kok paksa diriku untuk ikut seleksi.." Ucap aku ke Greyson..
Cody, Claudia, dan Justin menggeleng gelengkan kepalanya. Ya karna mereka bertiga mengerti penyakitku ini.
"Jangan Sindy.. percaya sama aku aja yah.. karna dokter belum ucap kamu udah pulih.." Jawab Greyson sambil memegang tangan aku..
"Iya, aku percaya sama kamu.. Good Luck Greyson.." Ucap aku dan melebarkan senyumanku, sebenarnya ini senyum fake, aku cuman ingin Greyson gak terlalu khawatir sama aku.
Aku dan Greyson berpelukan sebentar..
"Oke, Sindy.. kk mau pulang. mau ambil baju ganti kamu. sama jemput mom ;)" Ucap Justin sambil mengacak ngacak rambut aku..
"Iya..." Jawab aku
"Aku sama Claudia juga yah.. soalnya kita di panggil ortu kita masing masing.. Ini juga udah sore.." Kata Cody
"Iya... kalian hati hati yah.. Greyson, kamu gak pulang ??" Ucap aku ke Greyson.
"Enggak, kan kamu sendirian. aku disini nemenin kamu selama justin gak ada.."
Aku hanya senyum..
"Greyson, jaga adik gue yah.." Ucap Justin ke Greyson.
"Oke sippp.."
Mereka bertiga pergi ke rumah masing masing, sedangkan aku ??? aku dengan Greyson..
Greyson kelihatannya sangat khawatir denganku, sampe sampenya dia terus memperhatikan kondisi aku.
"Dari pagi kamu belum makan kan Sindy ?? Makan yah, aku suapin.." Ucap Greyson sambil menyodorkan sendok ke aku..
Aku menggeleng gelengkan kepala dan menutupi mulut aku dengan tanganku..
"Ayo dong makan, kali ini aja. 2 suapan atau 3 deh,, kalo lebih nanti aku beliin balon.." Canda Greyson..
"Haha, masa di beliin balon ?? Gak ah,," Jawab aku..
"Aku cium dehh.." Canda Greyson lagi..
Aku membaning bantal ku ke muka greyson. dan tertawa..
"Gak ah, gak mau dicium.. ya udah deh ayo suapin.. :D" Ucap aku ..
Greyson hanya cengengesan.. "Nahh gitu dongg, ayoo aaaaaaaaaaaa ......."
Aku membuka mulutku, daaaannn "mmmmmm,, masuknya ke gue Greyson ... Hahahaaaa,,," Canda Greyson lagi..
"Ihh Greysonnnnnnnn ......"
"Hahaa, oke oke.. kali ini serius." Ucap greyson sambil menyuapin aku..
MORNING !!!
sekitar jam 8 malam Greyson pulang, karna Mom dan Justin sudah datang..
Karna aku habis mandi, aku menyisir rambut aku.. dan betapa kagetnya rambut aku rontok, gak seperti biasanya, rambut yang rontok banyak banget..
Aku menangis,, "Mom...." rengek aku ke Mom
"Iya kenapa sindy, kok nangiss?? Jangan dong, mom yakin kamu bisa sembuh.."
"Gak mom.." Ucap aku sambil menangis, "Rambut aku mulai rontokk.." Ucap aku kembali ke Mom..
"percaya dengan adanya keajaiban, keajaiban pasti ada nak.."
Aku hanya menganggukan kepala ku.. aku tidur, sambil melamun.. memikirkan apa yang terjadi jika aku gak ada di dunia ini. Greyson, Claudia, Cody, Justin dan Mom..
Aku sayang semua, aku gak mau meninggalkan mereka, aku tau ini takdir tuhan. tapi aku gak mau meninggalkan mereka, dan melihat mereka sedih memikirkan ku. Tapi ini lah yang dinamakan takdir..
Greyson P.O.V
Aku sibuk mencari Angel dan Lysa, agar mereka meminta maaf dengan Sindy.. aku ke kantin, siapa tau ada mereka. Yaaa, akhirnya dia ada di kantin juga. Aku menghampiri mereka..
"Heyy Greyson,," Sapa Angel..
"EH, gak usah basa basi, kalian kan yang ngebuat baju sindy kena noda terus kekunci di kamar mandi ??" Ucao aku to the point ke Mereka.
"HAAAAHHH ??? Siapa ?? Aku gak mungkin nglakuin hal itu.." Jawab Angel panik,,
"Haah ! iya tuh.. itu fitnah tau Grey" Susul Lysa.
"Aku tau, kalian itu nenek sihir. Kalian iri kan ?? Kalo ada org yang lebih beruntung dari kalian ?? Cukup tau," Ucap aku panjang lebar ke mereka. "Lebih baik, kalian ngaku.. kalo emg bener kalian yang ngelakuin hal itu dan gak ngaku terus belum minta maaf ke Sindy !! Aku gak bakalan maafin kalian dan akan menyebar luaskan berita ini ke media. Walaupun hal sepelee.. !" Ancam aku.. Mereka kaget dan tambah shock.. mereka ngomong sendiri..
"Oke oke Grey, kita ngaku.. emg kita yang ngelakuin hal itu. Tapi please greyson jangan menyebarluaskan berita ini. Please, kita bakalan nurutin kemauan kamu. Asal itu agar kamu bisa maafin aku.." Jawab Angel dan Lysa..
"Oke ! FINE ! Kalian janji bakalan nurutin kemauan aku ??" Ucap aku ke mereka. Mereka cuman menganggukan kepala
"Besok ! Sehabis seleksi kalian dan aku ke rumah sakit !"
"HAAAHH ?? emg siapa yang sakit ? Kamu ??" Jawab Angel sambil menempelkan tangannya ke jidat aku.
"Bukan,," Ucap aku melepaskan tangan angel " Tapi SINDY !"
Mereka sontak kaget.. "Emg dia sakit apa Grey ??" jawab Lysa penuh kekhawatiran..
"Gak tau, kayanya dia parah.."
"OMG !!!,, terus kita jenguk Sindy, hbis itu kita ngapain ??" Tambah Angel..
"Kalian harus minta maaf ke Sindy.."
Mereka hanya menganggukan kepalanya,
"Aku tunggu kalian besok !!.." Ucap aku lalu meninggalkan mereka.
Sindy P.O.V
Entah bagaimana kondisi aku sekarang, Dokter tidak memberi tau kondisiku ke aku. Dia hanya memberi tahu ke Justin dan Mom.
Keesokan Harinya
Aku merasa pusingg, setiap kali tanganku memegang kepalaku, rambut aku menempel ke tangan aku.. Aku terusssss kesakitan... Rambut rambut yang rontok mulai berjatuhan ke lantai dan bececeran di kasur..
Aku menjerittt memanggil Justin dan Mom..
"Mommmmmm, Justin ...... aaaaaaaaaaaaaaa" Rintih aku..
"Ya ampunnn, Sindyyy" Mom kaget dan langsung menghampiri aku..
"Mom,, sakittt mom.. kepala sindy sakit.."
"Ya ampun,, Justin cepatt panggil dokter..." perintah Mom ke Justin..
"Iya Mom,,," Jawab Justin dan langsung lari..
"Sabar nak, sabarr.. kamu pasti kuattt..."
"Sakitt mommm..."
Dokter dan Justin datang, mereka berdua diperintahkan dokter untuk jaga diluar.. Dokter dan suster memasangkan beberapa alat di tubuh aku.. Aku merasa risih..
Dan tubuh aku lemas, terasa tubuh aku akan diangkat ke surga..
Greyson P.O.V
Jam ini adalah jam seleksi tiba.. Aku merasa khawatir dengan keadaan Sindy..
Sekrg giliran aku maju ke depan. dan aku menyanyikan lagu "Waiting Outside The Lines" aku sengaja membawa rekaman suara aku dan Sindy pada saat latihan, jadi masih ada Sindy yang menemani aku seleksi ..
Dann Mr.Joe mengumumkan siapa yang lolos.. Dan ternyata yang lolos adalah Aku Sindy dan Cody Claudia.
Aku merasa senang.. Datang ke rumah sakit dengan membawa kabar baik, karna aku dan Sindy lolos..
Bel pulang tiba, aku Cody Claudia, Angel dan Lysa berbondong bondong ke Rumah sakit, Dilihat didepan kamar Sindy, ada Justin dan mom diluar dan tampang mereka shock dan sedihh..
Aku kaget dan menghampiri mereka. Tiba tiba Mom memeluk aku,
"Mom, emg apa yang terjadi didalam ??" Tanyaku penasaran ke Mom..
Cody Claudia dan Angel Lysa sedang bertanya tanya ke Justin.
Mom hanya menangis, "Sindy sedang diperiksa dokter nak.. penyakit dia kambuh lagi..." Ucap Mom Sindy
"Sudah berapa jam Sindy diperiksa dokter ??" Tanyaku penasaran..
"3 Jam Greyson..."
"APA ?? 3 jam mom ?? Kok bisa ?" Ucap aku sambil melepaskan pelukan mom dan menatap mom.. "Emg dia megidap penyakit apa ??"
Mom dan Justin diam..
"Please jawabbb ...."
"Greyson., Sindy sebenarnya mengidap penyakit Kanker Otak.." Ucap Claudia,
Aku kaget, lemas.. kenapa Sindy gak cerita tentang penyakit ini..
Aku tau, ini semua yang dilakukan Sindy agar aku tdk terlalu khawatir dengan dia.
"Kenapa kalian gak cerita dengan aku ?? tentang penyakit ini ? Hahh !!" Aku shock, emosi aku tdk bisa terkendali. Air mata aku mulai membasahi pipi dan bajuku..
Cody menghampiriku "Ini semua kemauan Sindy greyson.." Ucap Cody menenangkan diriku.
"Tapi, gak kaya gini juga caranya.."
"Aku tau perasaan kamu grey, kita sesama laki laki. aku tau perasaan kamu. Tapi please jangan emosi.. Kata Sindy, kita gak boleh cerita tentang penyakit ini .. Ini cuman buat kamu ! agar kamu gak sedihh.." Ucap panjang lebar Cody..
5 jam berlalu Sindy diperiksa.
Dokter keluar, dan ...
"dok, bagaimana keadaan anak saya dok ?? Baik baik saja kan dok ???" Ucap Mom menanyakan keadaan Sindy ke dokter lalu mom memeluk Justin..
"Sebelumnya saya minta maaf ke kalian semua dan terutama Ibu, Sindy sudah tidak ada. Nyawa Sindy tidak bisa tertolong lagi. karna penyakit anak anda ini sudah parah. Untuk kalian semua harap bersabar dengan kepergian Sindy." Ucap Dokter lalu pergi meninggalkan kami.
Aku Shock bangett denger kabar ini.
Walaupun aku dan Sindy baru bertemu, baru berteman. rasanya aku gak rela ... Aku mencintai Sindy. Mungkin aku terlambat mengucapkan hal ini ke Sindy.
Kita semua ke ruangan Sindy.
Mungkin kemarin kemarin adalah senyum canda dan tawa terakhir Sindy denganku.
Aku membuka kain yang menutupi tubuh Sindy. Aku memegang pipi lembut dia, dan memegang tangan dia. Aku mendekat ke telinga sindy
"Sindy, aku bawa kabar gembira buat kamu, walaupun kamu jauh disana sendirian tanpa aku. Kita lolos seleksi sindy. senangkan ?? Aku cinta kamu, tolong walaupun kamu sudah pergi meninggalkan ku. Janji kamu akan selalu mencintaiku, dan jika aku dan kamu bertemu disana, kita akan menjadi sepasang kekasih. See you Sindy, I WILL ALWAYS LOVE YOU AND MISS YOU.." Ucap aku lalu mencium kening Sindy, dan meneteskan air mataku ke pipi Sindy..
"Angel, Lysa.. ingatkan janji kamu ??"
Angel dan Lysa menghampiri Sindy
"Sindy, maafin kita berdua yah, kita punya banyak salah ke kamu. Tapi please dimana pun kamu berada, maafin kami. Kami gak tenang kalau kamu belum memaafkan kita berdua.. Love you Sindy.." Ucap Angel, Angel dan Lysa memeluk tubuh Sindy..
Kita semua sedih, kehilangan org yang sangat baik, seperti malaikat.
Apalagi Mom dan Justin, dia sangat tidk rela.
Sindy P.O.V
Selamat tinggal semuanya, Aku mau , kalian tidak sedih lagi atas kepergianku ini. Mungkin ini jalan yg terbaik, daripada aku merasa kesakitan.
Thanks untuk sahabat sahabat aku. maupun Angel dan Lysa, aku memaafkan kalian berdua,
Thanks untuk Claudia dan Cody, karna kalian sudah membuat aku senyum dengan tingkah jail kalian. Dan Greyson, aku sangat mencintai kamu. Semoga nanti jika kita bertemu di tempat yang sama, semoga kita menjadi sepasang kekasih.
Aku nyaman ditempatku yang baru, karna banyak teman teman yang baik denganku. Walaupun tidak ada Greyson.
WILL ALWAYS LOVE YOU ALL, AND MISS YOU.. :)
Greyson P.O.V
Hari pemakaman Sindy tiba.
Semua sudah kembali kerumah masing masing, cuman aku Cody dan Claudia di pemakaman Sindy. kita bertiga merasa kehilang sosok perempuan yang sangat baik dengan kita.
Aku dipemakaman Sindy berbicara sendiri, seolah olah aku berbicara dengan Sindy.
"Sindy, good bye, aku disini selalu mencintai mu :)"
Kita bertiga menghabiskan rasa sedih kita karna kita kehilanagan sahabat,
Sejak kematian Sindy, aku mengurung di Kamar. Mungkin aku butuh waktu untuk melupakan hal ini, Tapi aku tidak akan melupakan SINDY..
----------------------------------------------------
THE END ...
Selesai, sorry yah kalo akhir ceritanya agar ngawur..
Buru buru buatnya soalnya sindy mau latihan Ujian..
Semoga kalian suka :D
See You guys di karangan cerita aku selanjutnya.
Thanks yang udah baca cerita ini dari part1 sampai part7 :)
LOVE YA !! ~xx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar